Catatan pahit manis setahun membangun Hay Academy

Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Share on whatsapp

Bismillah..

Saya percaya, cita-cita itu bisa berubah dengan seiring berjalannya waktu.

Dulu cita-cita saya adalah menjadi animator, kemudian beralih menjadi publisher Google Adsense, kemudian beralih lagi menjadi desainer grafis, sampai akhirnya saya bulatkan tekad bahwa cita-cita saya adalah menjadi seorang pengusaha.

Namun di sela-sela keinginan saya untuk menjadi pengusaha, saya juga ingin berbagi ilmu. Saya suka mengajar. Ada perasaan bahagia ketika saya sharing sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain.

Karenanya, cita-cita saya pun bertambah lagi. Menjadi pengusaha + dosen. Seperti yang dilakukan salah satu dosen favorit saya dulu di kampus.

Namun menjadi dosen itu ada syaratnya, minimal harus S2. Tentu saya yang baru lulusan S1 langsung gugur di syarat pertama ini.

Setahun yang lalu saya iseng-iseng membuat group “Kerja koloran gaji dollaran” di Facebook.

Groupnya saya privat, hanya beberapa orang saja yang gabung karna memang tidak pernah saya promosikan.

Di group tersebut saya sharing tentang pengalaman “making money online”.

Ada beberapa orang yang antusias dengan sharing saya. Sampai akhirnya mereka meminta untuk dibuatkan kursusnya. Tentunya disini kursus online (ecourse), karena mereka semua tersebar di penjuru kota Indonesia.

Singkat cerita ecourse pertama saya pun jadi, dan sudah ada 27 orang yang memasan dan membeli ecourse tersebut. Sampai sekarang, saya masih hafal nama-nama nya ^_^

Lalu supaya terkesan keren, saya menggunakan nama Hay Academy untuk nama usahanya. Dari sinilah cikal bakal Hay Academy lahir. Tanpa kesengajaan, tanpa direncanakan.

Dan tak terasa tepat bulan ini, Hay Academy genap berusia 1 tahun.

Di usianya yang baru satu tahun ini, member Hay Academy sudah berjumlah 1130+ orang.

Tentu saya tidak menyangka akan sebanyak ini.

Namun ada satu titik dimana saya lelah mengurus Hay Academy. Bayangkan ada seribuan orang yang harus saya support hampir setiap hari selama setahun.

Setiap hari puluhan chat saya terima dari member-member ini. Belum lagi yang bertanya di Group, social media seperti facebook, instagram, dll.

Dan kerana mereka adalah member, saya punya tanggung jawab untuk membalas chat mereka satu per satu. Tidak jarang ada chat yang kelewat saya balas karena sudah tertumpuk oleh chat yang baru masuk.

Kadang saya merasa lelah karena disisi lain saya juga punya pekerjaan yang harus dikerjakan.

Beberapa bulan yang lalu, saya sempat berpikir untuk menutup Hay Academy.

Tapi rasa lelah saya selalu terobati ketika ada yang bercerita akhirnya bisa mendapat penghasilan ratusan bahkan ribuan dollar dari kerja online.

Dari yang awalnya gak ngerti sama sekali, akhirnya bisa ngerasain gajian dollar pertama kali.

Ada perasaan senang dan bangga ketika para member Hay Academy mulai menghasilkan.

Dari sharing teman-teman Hay Academy inilah yang mengisi battery saya, yang tadinya hampir habis menjadi penuh kembali.

Ada 3 amalan yang pahalanya tidak akan putus meskipun telah meninggal. Yaitu :

  • Sedekah jariah
  • Anak yang shaleh
  • dan Ilmu yang bermanfaat

Mungkin dengan Hay Academy ini, saya bisa mengamalkan point nomer 3, yaitu ilmu yang bermanfaat.

Karena selama ilmu yang diajarkan tersebut masih digunakan dan dimanfaatkan oleh orang lain, maka selama itu pula pahala yang tiada henti akan mengalir terus kepada orang yang memberikan ilmu yang bermanfaat tersebut. Sekalipun orang yang memberikan ilmu tersebut talah meninggal dunia.

Ya, Hay Academy bukan hanya sekedar usaha, tapi juga cara saya untuk mendulang pahala.

Semoga kelak apa yang saya lakukan ini bisa terus bermanfaat ke teman-teman lainnya, dan menjadi pemberat amalan saya di akhirat nanti. Amiiiin.

Semoga bermanfaat.

Salam,
Yoko Bomb

Share on facebook
Facebook
Share on pinterest
Pinterest
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca juga

Admin

Admin

Content specialist

Sign up for our Newsletter